
Copy yang menarik perhatian bukan sekadar menggunakan kata-kata yang keren. Copy yang efektif harus relevan dengan kebutuhan audiens, mudah dipahami, dan mampu membuat pembaca ingin mengetahui lebih lanjut.
Di internet, perhatian adalah sesuatu yang sangat berharga.
Setiap hari orang melihat ratusan judul, iklan, email, posting media sosial, dan berbagai informasi lainnya.
Jika sebuah copy tidak menarik perhatian sejak awal, pembaca mungkin akan melewatinya.
Karena itu, kemampuan menulis copy yang menarik perhatian menjadi salah satu keterampilan penting dalam copywriting dan digital marketing.
Kenali Siapa yang Membaca
Sebelum menulis copy, pahami terlebih dahulu siapa target pembacanya.
Jangan menulis seolah-olah berbicara kepada semua orang.
Ketahui masalah, kebutuhan, keinginan, dan kekhawatiran mereka.
Copy yang spesifik biasanya terasa lebih relevan daripada copy yang terlalu umum.
Mulai dari Masalah yang Mereka Hadapi
Salah satu cara menarik perhatian adalah membicarakan masalah yang sedang audiens rasakan.
Misalnya:
“Sudah rutin membuat konten tetapi belum juga mendapatkan pelanggan?”
Kalimat tersebut lebih menarik bagi pemilik bisnis yang mengalami masalah tersebut daripada kalimat:
“Kami menyediakan strategi pemasaran digital.”
Masalah yang relevan membuat pembaca merasa bahwa pesan tersebut untuk mereka.
Gunakan Judul yang Membuat Penasaran
Judul merupakan bagian penting dari sebuah copy.
Judul yang baik membuat pembaca ingin mengetahui isi berikutnya.
Contohnya:
“Mengapa Banyak Pengunjung Website Tidak Pernah Membeli?”
atau:
“3 Hal yang Sering Membuat Promosi Bisnis Online Tidak Efektif”
Rasa ingin tahu dapat mendorong orang untuk membaca lebih lanjut.
Namun, jangan membuat judul yang menyesatkan.
Isi tulisan harus sesuai dengan janji yang ada pada judul.
Fokus pada Manfaat
Pembaca biasanya lebih tertarik pada apa yang dapat mereka peroleh.
Karena itu, jangan hanya menjelaskan fitur.
Jelaskan manfaatnya.
Contohnya:
“Dapatkan 20 template email siap edit.”
dapat dibuat lebih berorientasi pada manfaat:
“Hemat waktu membuat email promosi dengan 20 template siap edit.”
Perubahan kecil dapat membuat pesan terasa lebih relevan.
Gunakan Bahasa yang Sederhana
Copywriting tidak membutuhkan bahasa yang rumit.
Kalimat sederhana justru lebih mudah dipahami.
Bandingkan:
“Kami menghadirkan solusi optimal untuk meningkatkan efektivitas strategi pemasaran digital Anda.”
dengan:
“Bantu bisnis Anda mendapatkan lebih banyak pelanggan dari internet.”
Pesan kedua lebih langsung.
Pembaca tidak perlu berpikir terlalu lama untuk memahami maksudnya.
Gunakan Kalimat Pendek
Kalimat yang terlalu panjang dapat membuat copy terasa berat.
Terutama ketika copy dibaca melalui smartphone.
Gunakan kalimat pendek untuk menyampaikan satu gagasan.
Jika sebuah kalimat sudah terlalu panjang, pertimbangkan untuk memecahnya menjadi dua.
Hasilnya biasanya lebih nyaman dibaca.
Gunakan Kata yang Dekat dengan Audiens
Perhatikan bagaimana target audiens berbicara.
Jika target Anda adalah pemula bisnis online, gunakan istilah yang mereka pahami.
Tidak perlu menggunakan istilah teknis hanya untuk terlihat profesional.
Copy yang terasa natural sering kali lebih mudah membangun hubungan.
Gunakan Angka jika Memang Relevan
Angka dapat membuat sebuah copy lebih konkret.
Contohnya:
“7 kesalahan yang sering dilakukan pemilik bisnis online.”
terasa lebih spesifik daripada:
“Berbagai kesalahan yang sering dilakukan pemilik bisnis online.”
Angka membantu pembaca mengetahui apa yang akan mereka dapatkan.
Namun, jangan menggunakan angka hanya untuk menarik perhatian jika isinya tidak benar-benar mendukung.
Gunakan Pertanyaan
Pertanyaan dapat membuat pembaca berhenti sejenak dan berpikir.
Contohnya:
“Mengapa followers bertambah tetapi penjualan tetap rendah?”
atau:
“Sudah punya website, tetapi belum menghasilkan pelanggan?”
Pertanyaan yang berkaitan dengan masalah audiens dapat meningkatkan relevansi copy.
Gunakan Storytelling
Cerita juga dapat menarik perhatian.
Manusia lebih mudah terhubung dengan pengalaman daripada sekumpulan informasi.
Anda dapat menceritakan masalah, proses, kesalahan, perubahan, atau hasil yang dialami seseorang.
Storytelling tidak harus panjang.
Cerita singkat yang relevan sudah dapat membuat copy terasa lebih hidup.
Gunakan Bukti
Pernyataan tanpa bukti terkadang sulit bagi audiens untuk percaya.
Jika tersedia, gunakan data, testimoni, pengalaman pelanggan, studi kasus, atau contoh nyata.
Misalnya daripada hanya mengatakan:
“Produk ini sangat bermanfaat.”
Anda dapat menunjukkan pengalaman pengguna atau hasil yang relevan.
Bukti membuat klaim menjadi lebih meyakinkan.
Gunakan Rasa Penasaran Secara Wajar
Copy dapat membuat pembaca ingin mengetahui informasi berikutnya.
Misalnya:
“Ada satu kesalahan sederhana yang membuat banyak bisnis kehilangan calon pelanggan.”
Pembaca mungkin ingin mengetahui kesalahan tersebut.
Tetapi setelah membuat rasa penasaran, pastikan jawabannya benar-benar tersampaikan.
Jangan menggunakan rasa penasaran hanya sebagai jebakan klik.
Jangan Berlebihan Menggunakan Kata Promosi
Terlalu banyak kata seperti terbaik, luar biasa, nomor satu, super, paling murah, dan sejenisnya dapat membuat copy terasa seperti promosi berlebihan.
Gunakan kata-kata yang dapat dibuktikan.
Lebih baik menjelaskan manfaat secara konkret daripada memberikan banyak klaim.
Tunjukkan Perubahan yang Diinginkan
Copy yang kuat sering kali menunjukkan kondisi sebelum dan sesudah.
Misalnya:
Dari bingung menentukan konten menjadi memiliki kalender konten yang lebih terarah.
Atau:
Dari hanya mendapatkan traffic menjadi mulai mengumpulkan leads.
Perubahan seperti ini membantu pembaca memahami nilai sebuah solusi.
Buat Copy yang Spesifik
Pesan yang terlalu umum sulit membangun perhatian.
Bandingkan:
“Tingkatkan bisnis Anda dengan strategi digital.”
dengan:
“Pelajari cara mendapatkan leads dari artikel blog tanpa harus mengandalkan iklan berbayar.”
Pesan kedua lebih spesifik.
Pembaca dapat langsung memahami apa yang ditawarkan.
Gunakan Formula Sederhana
Anda tidak harus menghafal banyak formula copywriting.
Salah satu struktur sederhana yang dapat digunakan adalah:
Masalah → Dampak → Solusi → Manfaat → CTA
Misalnya:
Masalah: Banyak pengunjung website pergi tanpa meninggalkan kontak.
Dampak: Bisnis kehilangan kesempatan membangun hubungan dengan calon pelanggan.
Solusi: Gunakan lead magnet untuk mendapatkan email subscriber.
Manfaat: Anda dapat melanjutkan komunikasi melalui email marketing.
CTA: Download panduan gratis.
Struktur sederhana seperti ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Sesuaikan Copy dengan Media
Copy untuk artikel tidak sama dengan copy untuk iklan.
Copy media sosial juga berbeda dengan copy landing page.
Email membutuhkan pendekatan yang berbeda lagi.
Karena itu, sesuaikan panjang, gaya bahasa, dan CTA dengan tempat copy tersebut digunakan.
Buat CTA yang Jelas
Setelah berhasil mendapatkan perhatian, arahkan pembaca.
Jangan membuat mereka menebak apa yang harus dilakukan.
Gunakan CTA yang jelas seperti:
Baca Panduan
Download Gratis
Lihat Produk
Daftar Sekarang
Coba Sekarang
CTA sederhana dapat membantu mengubah perhatian menjadi tindakan.
Lakukan Pengujian
Tidak ada satu formula copy yang selalu berhasil untuk semua bisnis.
Karena itu, lakukan pengujian.
Coba beberapa judul, CTA, atau pendekatan pesan.
Kemudian lihat mana yang mendapatkan respons lebih baik.
Data dapat membantu Anda memahami copy seperti apa yang paling sesuai dengan audiens.
Kesimpulan
Cara menulis copy yang menarik perhatian mulai dari memahami audiens dan masalah yang mereka hadapi.
Gunakan judul yang relevan, bahasa sederhana, kalimat yang jelas, manfaat yang konkret, dan CTA yang mudah audiens pahami.
Jangan berusaha membuat copy terdengar terlalu pintar.
Buat pembaca merasa bahwa Anda memahami masalah mereka dan memiliki solusi yang relevan.
Pada akhirnya, copywriting bukan tentang menggunakan kata-kata sebanyak mungkin.
Copywriting adalah tentang menggunakan kata-kata yang tepat agar pembaca dapat memahami pesannya, menarik perhatian, membangun ketertarikan, dan mendorong tindakan.
