
Apa Itu Behavioral Targeting? Behavioral Targeting merupakan metode penargetan audiens berdasarkan perilaku dan aktivitas yang dilakukan pengguna saat berinteraksi dengan website, aplikasi, atau platform digital.
Data perilaku tersebut dapat digunakan untuk menampilkan iklan, konten, atau penawaran yang lebih sesuai dengan minat dan aktivitas pengguna.
Apa Itu Behavioral Targeting?
Behavioral Targeting adalah strategi yang menggunakan informasi mengenai perilaku pengguna untuk menentukan audiens yang akan menerima pesan atau iklan tertentu.
Perilaku yang dapat menjadi dasar penargetan antara lain halaman yang dikunjungi, konten yang dilihat, produk yang diperiksa, pencarian yang dilakukan, interaksi dengan iklan, hingga tindakan tertentu yang dilakukan pengguna pada sebuah website atau platform.
Bagaimana Cara Kerja Behavioral Targeting?
Behavioral Targeting dimulai dengan pengumpulan data mengenai aktivitas pengguna pada platform atau layanan digital tertentu. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menemukan pola perilaku atau minat yang dapat digunakan dalam penargetan.
Berdasarkan pola tersebut, pengguna dapat dikelompokkan ke dalam audiens tertentu. Bisnis kemudian dapat menampilkan iklan atau pesan yang disesuaikan dengan karakteristik perilaku kelompok tersebut.
Sebagai contoh, seseorang yang beberapa kali melihat produk tertentu di sebuah toko online dapat dimasukkan ke dalam kelompok audiens yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk tersebut.
Data Apa yang Digunakan dalam Behavioral Targeting?
Data yang digunakan dapat berbeda tergantung platform dan teknologi yang tersedia. Beberapa contoh data perilaku antara lain:
Riwayat Kunjungan
Website dapat melihat halaman atau kategori yang pernah dikunjungi pengguna untuk memahami minat mereka.
Riwayat Pencarian
Aktivitas pencarian tertentu dapat memberikan gambaran mengenai topik atau produk yang sedang dicari pengguna.
Interaksi dengan Konten
Like, klik, tontonan, komentar, dan bentuk interaksi lainnya dapat menjadi indikator ketertarikan terhadap konten tertentu.
Aktivitas Pembelian
Riwayat pembelian dapat membantu bisnis memahami produk yang pernah dibeli atau kategori produk yang diminati pelanggan.
Interaksi dengan Iklan
Klik atau interaksi lain terhadap iklan dapat digunakan untuk memahami respons pengguna terhadap penawaran tertentu.
Apa Fungsi Behavioral Targeting?
Behavioral Targeting dapat digunakan untuk membuat komunikasi pemasaran lebih relevan dengan aktivitas pengguna.
Menargetkan Audiens yang Relevan
Bisnis dapat menjangkau pengguna berdasarkan perilaku yang menunjukkan ketertarikan terhadap topik, produk, atau layanan tertentu.
Meningkatkan Relevansi Iklan
Iklan dapat disesuaikan dengan aktivitas yang sebelumnya dilakukan pengguna sehingga pesan yang ditampilkan lebih berkaitan dengan minat mereka.
Mendukung Retargeting
Behavioral Targeting dapat digunakan untuk menjangkau kembali pengguna yang sebelumnya pernah mengunjungi website atau berinteraksi dengan produk.
Mendukung Personalisasi
Informasi perilaku dapat digunakan untuk memberikan rekomendasi konten, produk, atau penawaran yang lebih sesuai dengan aktivitas pengguna.
Membantu Penggunaan Anggaran Iklan
Dengan menargetkan kelompok audiens berdasarkan perilaku tertentu, bisnis dapat mengarahkan kampanye kepada pengguna yang memiliki karakteristik aktivitas yang sesuai dengan tujuan pemasaran.
Contoh Behavioral Targeting
Misalnya, seseorang mengunjungi beberapa halaman produk laptop di sebuah toko online. Setelah itu, orang tersebut melihat iklan laptop dari toko yang sama ketika mengunjungi website atau platform lain yang mendukung penayangan iklan.
Contoh lainnya adalah pengguna yang sering membaca artikel tentang email marketing kemudian mendapatkan rekomendasi konten atau penawaran yang masih berkaitan dengan topik tersebut.
Behavioral Targeting dalam Iklan Online
Dalam iklan online, Behavioral Targeting dapat digunakan untuk membuat kelompok audiens berdasarkan aktivitas digital mereka.
Pengiklan dapat menggunakan data seperti riwayat kunjungan, interaksi dengan konten, atau aktivitas sebelumnya untuk menentukan siapa yang akan melihat kampanye tertentu, sesuai dengan kemampuan dan kebijakan platform yang digunakan.
Behavioral Targeting dalam Retargeting
Retargeting merupakan salah satu penggunaan Behavioral Targeting yang umum. Dalam pendekatan ini, bisnis menjangkau kembali pengguna yang sebelumnya telah melakukan tindakan tertentu.
Misalnya, pengguna sudah mengunjungi halaman produk tetapi belum melakukan pembelian. Bisnis kemudian dapat menampilkan iklan yang berkaitan dengan produk tersebut kepada pengguna tersebut, jika platform dan pengaturannya memungkinkan.
Behavioral Targeting dalam E-Commerce
Toko online dapat menggunakan data perilaku untuk memahami produk yang sering dilihat, kategori yang diminati, atau aktivitas pembelian pelanggan.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk menampilkan rekomendasi produk, penawaran yang relevan, atau kampanye retargeting.
Behavioral Targeting dalam Content Marketing
Behavioral Targeting juga dapat digunakan untuk memahami minat pembaca berdasarkan konten yang mereka konsumsi.
Misalnya, pengunjung yang sering membaca artikel tentang SEO dapat diarahkan ke konten lain yang masih berkaitan dengan SEO atau ditawarkan sumber daya yang relevan dengan topik tersebut.
Apa Perbedaan Behavioral Targeting dan Audience Segmentation?
Behavioral Targeting berfokus pada perilaku atau aktivitas pengguna sebagai dasar penargetan. Sementara itu, Audience Segmentation merupakan proses membagi audience ke dalam kelompok berdasarkan karakteristik, kebutuhan, perilaku, atau dasar lainnya.
Dengan demikian, data perilaku dapat menjadi salah satu dasar dalam Audience Segmentation, sedangkan Behavioral Targeting menggunakan informasi perilaku tersebut untuk menentukan audiens yang akan menerima pesan atau iklan tertentu.
Apa Perbedaan Behavioral Targeting dan Contextual Targeting?
Behavioral Targeting menggunakan informasi mengenai perilaku pengguna. Sementara itu, Contextual Targeting menentukan iklan berdasarkan konteks konten atau halaman yang sedang dilihat pengguna.
Sebagai contoh, Behavioral Targeting dapat menargetkan seseorang berdasarkan aktivitas sebelumnya yang menunjukkan minat terhadap sepatu. Contextual Targeting dapat menampilkan iklan sepatu ketika seseorang sedang membaca artikel tentang olahraga, tanpa harus menggunakan riwayat perilaku orang tersebut.
Apa Perbedaan Behavioral Targeting dan Demographic Targeting?
Behavioral Targeting didasarkan pada aktivitas atau perilaku pengguna. Demographic Targeting menggunakan karakteristik demografis seperti usia, jenis kelamin, atau lokasi, sesuai dengan data dan opsi penargetan yang tersedia pada platform.
Keduanya dapat digunakan secara terpisah maupun dikombinasikan dalam sebuah kampanye.
Apa Keuntungan Behavioral Targeting?
Behavioral Targeting dapat membantu bisnis membuat pesan pemasaran yang lebih relevan dengan aktivitas pengguna.
Pendekatan ini juga dapat membantu bisnis memahami pola minat audiens, menjalankan retargeting, dan mengembangkan pengalaman digital yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Apa Tantangan Behavioral Targeting?
Penggunaan data perilaku perlu memperhatikan privasi pengguna dan aturan yang berlaku. Tidak semua data dapat dikumpulkan atau digunakan secara bebas.
Selain itu, data perilaku tidak selalu memberikan gambaran lengkap mengenai kebutuhan pengguna. Seseorang dapat melakukan suatu aktivitas tanpa memiliki minat atau niat membeli seperti yang diperkirakan.
Behavioral Targeting dan Privasi Data
Bisnis yang menggunakan Behavioral Targeting perlu memperhatikan bagaimana data dikumpulkan, digunakan, disimpan, dan dibagikan.
Penggunaan data sebaiknya mengikuti kebijakan platform, ketentuan hukum yang berlaku, serta pengaturan privasi yang diberikan kepada pengguna. Transparansi mengenai penggunaan data juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan.
Bagaimana Menggunakan Behavioral Targeting?
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Tentukan tujuan penargetan.
- Tentukan perilaku yang relevan dengan tujuan tersebut.
- Gunakan sumber data yang sesuai dan diperbolehkan.
- Kelompokkan pengguna berdasarkan pola perilaku yang relevan.
- Buat pesan atau penawaran yang sesuai.
- Pantau hasil kampanye.
- Evaluasi dan sesuaikan strategi secara berkala.
Behavioral Targeting untuk Bisnis Online
Behavioral Targeting dapat digunakan oleh bisnis online untuk meningkatkan relevansi iklan, konten, rekomendasi produk, dan komunikasi dengan audiens.
Misalnya, bisnis dapat membuat kampanye khusus untuk pengunjung yang pernah melihat halaman produk, membaca artikel tertentu, atau berinteraksi dengan konten. Dengan pendekatan yang tepat, data perilaku dapat membantu bisnis memahami audiens sekaligus menyusun komunikasi yang lebih sesuai.
Kesimpulan
Behavioral Targeting merupakan metode penargetan audiens berdasarkan perilaku dan aktivitas pengguna di lingkungan digital. Data seperti riwayat kunjungan, interaksi dengan konten, pencarian, pembelian, dan interaksi dengan iklan dapat digunakan untuk memahami pola perilaku dan menentukan audiens yang relevan.
Dalam bisnis online, Behavioral Targeting dapat digunakan untuk iklan, retargeting, personalisasi, e-commerce, dan content marketing. Penggunaannya tetap perlu memperhatikan kualitas data, privasi pengguna, kebijakan platform, serta aturan yang berlaku.
____________________________________
🚀 Download Gratis!
Siap memulai perjalanan bisnis online Anda?
Download ebook gratis “Dari Nol Sampai Punya Penghasilan Online Pertama” dan pelajari langkah-langkah praktis bisnis online dari nol. Panduan untuk para pemula yang masih bingung mulai bisnis online dari mana.

