
Email marketing dapat menjadi salah satu aset penting dalam bisnis online. Kabar baiknya, Anda tidak harus memiliki ribuan pelanggan atau sistem yang rumit untuk mulai membangunnya.
Banyak orang tertarik menggunakan email marketing, tetapi merasa bingung harus mulai dari mana.
Apakah harus langsung menggunakan software email marketing berbayar? Apakah harus memiliki ribuan subscriber? Apakah harus membuat banyak email terlebih dahulu?
Sebenarnya, memulai email marketing tidak harus serumit itu.
Anda dapat memulainya secara bertahap dengan menentukan target audiens, membuat alasan yang menarik agar orang mau bergabung ke email list, menggunakan platform email marketing, kemudian membangun komunikasi secara konsisten.
Yang paling penting adalah memahami bahwa email marketing bukan sekadar mengirim email promosi.
Tujuan awalnya adalah membangun hubungan dengan orang-orang yang memang tertarik dengan topik, produk, atau bisnis yang Anda tawarkan.
Apa yang Dibutuhkan untuk Memulai Email Marketing?
Secara sederhana, Anda membutuhkan beberapa komponen utama:
- Target audiens
- Email marketing platform
- Email list
- Lead magnet
- Form pendaftaran
- Email pertama
- Konten email
- Sistem automation
- Penawaran yang relevan
- Evaluasi hasil
Tidak semuanya harus dibuat sempurna sejak awal.
Mulailah dengan sistem sederhana, kemudian kembangkan ketika jumlah subscriber dan kebutuhan bisnis semakin besar.
Tentukan Target Audiens
Langkah pertama adalah mengetahui siapa yang ingin Anda ajak berkomunikasi.
Jangan hanya berpikir:
“Saya ingin mendapatkan banyak subscriber.”
Lebih baik tentukan:
“Saya ingin mendapatkan subscriber yang tertarik dengan bisnis online dan membutuhkan informasi yang saya berikan.”
Misalnya target audiens Anda adalah:
- Pemula yang ingin memulai bisnis online
- Orang yang tertarik produk digital
- Calon affiliate marketer
- Pemilik bisnis kecil
- Content creator
- Pelaku usaha yang ingin menggunakan digital marketing
Semakin jelas target audiens, semakin mudah menentukan konten dan lead magnet.
Pilih Platform Email Marketing
Untuk mengelola email list, Anda membutuhkan platform email marketing.
Platform ini biasanya menyediakan berbagai fungsi seperti:
- Menyimpan subscriber
- Membuat formulir pendaftaran
- Mengirim email
- Membuat newsletter
- Mengatur automation
- Melihat statistik email
- Mengelola segmentasi subscriber
Untuk pemula, tidak perlu langsung memilih sistem yang sangat kompleks.
Pilih platform yang mudah digunakan dan sesuai dengan jumlah subscriber serta kebutuhan bisnis.
Yang penting, Anda dapat mulai membangun email list sejak awal.
Buat Lead Magnet
Salah satu cara paling efektif mendapatkan subscriber adalah memberikan sesuatu yang bermanfaat secara gratis.
Inilah yang disebut lead magnet.
Lead magnet dapat berupa:
- Ebook gratis
- Checklist
- Template
- Video tutorial
- Webinar
- Mini course
- Panduan PDF
- Worksheet
Contohnya, jika website membahas bisnis online, Anda dapat menawarkan ebook:
“Dari Nol Sampai Punya Penghasilan Online Pertama”
Orang yang tertarik dapat memasukkan email mereka untuk mendapatkan ebook tersebut.
Dengan demikian, proses mendapatkan subscriber terasa seperti pertukaran yang memberikan manfaat kepada kedua pihak.
Buat Form Pendaftaran
Setelah lead magnet tersedia, buat formulir pendaftaran.
Form tersebut sebaiknya sederhana.
Misalnya:
Nama
Alamat Email
[ DAPATKAN EBOOK GRATIS ]
Tidak perlu meminta terlalu banyak informasi pada tahap awal.
Semakin sederhana proses pendaftaran, semakin mudah orang menyelesaikannya.
Pastikan juga Anda menjelaskan apa yang akan mereka dapatkan setelah mendaftar.
Letakkan Form di Tempat yang Tepat
Form pendaftaran jangan hanya ditempatkan di satu halaman.
Anda dapat menempatkannya di:
- Landing page
- Artikel blog
- Sidebar
- Bagian akhir artikel
- Pop-up yang digunakan secara wajar
- Halaman khusus lead magnet
- Media sosial
Misalnya seseorang selesai membaca artikel tentang bisnis online.
Di bagian akhir artikel, Anda dapat menawarkan:
Ingin belajar lebih lanjut? Download ebook gratis “Cara Dapat Penghasilan Online dari Rumah”.
Dengan demikian, artikel bukan hanya menghasilkan traffic, tetapi juga membantu membangun email list.
Berikan Ebook atau Lead Magnet Segera
Setelah seseorang mendaftar, jangan membuat mereka menunggu terlalu lama.
Jika Anda menjanjikan ebook gratis, pastikan ebook tersebut benar-benar dapat diakses.
Pengalaman pertama sangat penting.
Subscriber harus merasa bahwa bisnis Anda dapat dipercaya sejak awal.
Setelah mereka mendapatkan lead magnet, Anda dapat melanjutkan komunikasi melalui email berikutnya.
Buat Welcome Email
Email pertama setelah seseorang bergabung disebut welcome email.
Tujuan email ini bukan langsung menjual produk.
Gunakan email tersebut untuk:
- Menyambut subscriber
- Mengucapkan terima kasih
- Memberikan lead magnet
- Menjelaskan apa yang akan mereka dapatkan selanjutnya
- Mengarahkan ke artikel atau sumber belajar yang relevan
Contoh sederhana:
Halo, terima kasih sudah bergabung.
Berikut ebook gratis yang Anda minta.
Dalam beberapa hari ke depan, kami juga akan mengirimkan beberapa tips praktis mengenai bisnis online yang mungkin bermanfaat bagi Anda.
Pendekatan sederhana seperti ini sudah cukup untuk memulai.
Tentukan Jadwal Email
Setelah welcome email, Anda perlu menentukan seberapa sering email dikirim.
Tidak ada satu frekuensi yang cocok untuk semua bisnis.
Anda dapat mengirim email:
- Setiap hari
- Dua kali seminggu
- Seminggu sekali
- Setiap beberapa hari
Yang paling penting adalah konsistensi dan kualitas.
Lebih baik mengirim satu email yang bermanfaat secara konsisten daripada mengirim banyak email yang tidak memberikan nilai.
Buat Konten yang Bermanfaat
Isi email sebaiknya tidak selalu berupa penawaran.
Gunakan email untuk memberikan:
Tips
Berikan solusi sederhana yang dapat langsung diterapkan.
Artikel
Bagikan artikel terbaru yang relevan dengan kebutuhan subscriber.
Tutorial
Ajarkan langkah tertentu secara praktis.
Studi kasus
Tunjukkan contoh nyata atau pengalaman yang dapat dipelajari.
Rekomendasi
Bagikan tools, produk, atau sumber belajar yang memang relevan.
Dengan memberikan manfaat secara konsisten, kepercayaan subscriber dapat berkembang.
Mulai Menggunakan Email Automation
Setelah sistem dasar berjalan, Anda dapat mulai menggunakan email automation.
Automation memungkinkan email tertentu dikirim secara otomatis berdasarkan tindakan subscriber.
Contohnya:
Hari 0: Subscriber mendaftar
→ Email welcome + ebook gratis
Hari 2:
→ Tips bisnis online
Hari 4:
→ Artikel pilihan
Hari 6:
→ Kesalahan yang perlu dihindari
Hari 8:
→ Rekomendasi ebook atau produk relevan
Dengan sistem seperti ini, Anda tidak perlu mengirim email satu per satu kepada setiap subscriber.
Jangan Langsung Terlalu Banyak Menjual
Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah menganggap email list sebagai daftar calon pembeli yang harus terus diberikan penawaran.
Padahal, subscriber baru saja memberikan kepercayaan kepada Anda.
Bangun hubungan terlebih dahulu.
Gunakan pola sederhana:
Berikan manfaat → edukasi → bangun kepercayaan → berikan rekomendasi → tawarkan produk.
Ketika penawaran memang relevan dengan kebutuhan subscriber, peluang mendapatkan respons akan lebih baik.
Hubungkan Email dengan Website
Email marketing akan semakin kuat jika terhubung dengan website.
Misalnya:
Artikel Google
↓
Lead magnet
↓
Email subscriber
↓
Artikel lanjutan
↓
Produk relevan
↓
Pembelian
Dengan sistem tersebut, website dan email saling mendukung.
Artikel mendapatkan traffic dari mesin pencari, sedangkan email membantu mempertahankan hubungan dengan pengunjung yang sudah pernah datang.
Gunakan Segmentasi Ketika Email List Mulai Besar
Ketika subscriber masih sedikit, Anda dapat menggunakan satu daftar sederhana.
Namun, ketika jumlah subscriber bertambah, segmentasi menjadi semakin penting.
Misalnya:
Segmen Bisnis Online
Segmen Affiliate Marketing
Segmen Produk Digital
Segmen YouTube
Segmen Pelanggan Ebook
Dengan segmentasi, Anda dapat memberikan informasi yang lebih sesuai dengan minat masing-masing kelompok.
Ukur Hasil Email Marketing
Jangan hanya melihat berapa banyak orang yang mendaftar.
Perhatikan juga performa email.
Beberapa indikator yang dapat diperhatikan antara lain:
- Jumlah subscriber
- Open rate
- Click-through rate
- Jumlah unsubscribe
- Jumlah leads
- Penjualan
- Conversion rate
Data tersebut membantu Anda mengetahui apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki.
Misalnya, jika banyak orang membuka email tetapi sedikit yang mengklik link, mungkin isi atau call to action perlu diperbaiki.
Terus Perbaiki Sistem
Email marketing bukan sistem yang selesai dibuat dalam satu hari.
Setelah berjalan beberapa minggu atau bulan, Anda akan memiliki data.
Gunakan data tersebut untuk memperbaiki:
- Judul email
- Isi email
- CTA
- Lead magnet
- Frekuensi pengiriman
- Segmentasi
- Landing page
- Penawaran produk
Perbaikan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan perubahan besar dalam jangka panjang.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Pemula
Saat mulai menggunakan email marketing, hindari beberapa kesalahan berikut.
Membeli daftar email
Jangan membeli database email secara sembarangan.
Selain berpotensi merusak reputasi pengirim, daftar tersebut juga belum tentu berisi orang yang memang tertarik dengan bisnis Anda.
Mengirim terlalu banyak promosi
Jika setiap email berisi penjualan, subscriber dapat kehilangan minat.
Tidak konsisten
Mengumpulkan subscriber selama berbulan-bulan tetapi kemudian tidak pernah mengirim email juga bukan strategi yang baik.
Tidak memberikan manfaat
Subscriber harus mendapatkan alasan untuk tetap berada dalam email list Anda.
Tidak memiliki tujuan
Setiap email sebaiknya memiliki tujuan yang jelas, meskipun tujuannya hanya memberikan edukasi.
Mulai dari Sistem yang Sederhana
Anda tidak membutuhkan sistem yang sempurna untuk memulai.
Buat saja alur dasar:
Artikel atau media sosial
↓
Lead magnet
↓
Form pendaftaran
↓
Welcome email
↓
Email edukasi
↓
Rekomendasi
↓
Penawaran
Setelah sistem tersebut berjalan, barulah Anda dapat mengembangkan automation, segmentasi, dan berbagai strategi lanjutan.
Kesimpulan
Cara memulai email marketing dari nol sebenarnya dapat dilakukan secara bertahap.
Anda tidak harus memiliki ribuan subscriber atau sistem yang rumit.
Mulailah dengan menentukan target audiens, memilih platform email marketing, membuat lead magnet, memasang form pendaftaran, mengirim welcome email, kemudian membangun komunikasi secara konsisten.
Setelah email list mulai bertambah, kembangkan sistem menggunakan automation, segmentasi, dan penawaran yang lebih relevan.
Yang paling penting adalah jangan hanya melihat email marketing sebagai alat untuk mengirim promosi.
Bangunlah hubungan dengan audiens.
Jika dilakukan secara konsisten, email list dapat berkembang menjadi salah satu aset digital penting yang membantu bisnis mendapatkan traffic, membangun kepercayaan, menghasilkan leads, dan menciptakan penjualan dalam jangka panjang.
