
Copywriting yang baik bukan hanya tentang memilih kata-kata yang menarik. Kesalahan dalam memahami audiens, menyusun pesan, atau membuat CTA dapat membuat copy kehilangan daya tarik dan gagal mendorong pembaca melakukan tindakan.
Banyak bisnis sudah membuat website, iklan, email, dan konten media sosial.
Namun, hasilnya belum tentu sesuai harapan.
Salah satu penyebabnya bisa berasal dari copywriting yang kurang efektif.
Tulisan mungkin terlihat bagus, tetapi tidak cukup kuat untuk menarik perhatian, membangun kepercayaan, atau mendorong tindakan.
Berikut 7 kesalahan copywriting yang perlu dihindari.
Menggunakan Bahasa yang Terlalu Umum
Kesalahan pertama adalah menggunakan pesan yang terlalu umum.
Contohnya:
“Kami membantu bisnis Anda berkembang dengan strategi digital terbaik.”
Kalimat tersebut terdengar profesional.
Namun, pembaca mungkin tidak langsung memahami apa yang sebenarnya ditawarkan.
Masalahnya adalah pesan tersebut dapat digunakan oleh hampir semua bisnis.
Copy yang lebih efektif sebaiknya menjelaskan siapa yang dibantu, masalah apa yang diselesaikan, dan manfaat apa yang diberikan.
Misalnya:
“Bantu bisnis online mendapatkan lebih banyak calon pelanggan melalui strategi email marketing.”
Pesannya menjadi lebih spesifik.
Solusinya: hindari klaim yang terlalu umum dan jelaskan manfaat secara konkret.
Terlalu Fokus pada Produk
Kesalahan kedua adalah terlalu banyak membicarakan produk.
Misalnya sebuah halaman penjualan menjelaskan jumlah halaman ebook, jumlah video, format file, dan berbagai fitur lainnya.
Informasi tersebut memang penting.
Namun, calon pelanggan sebenarnya lebih ingin mengetahui apa manfaat produk tersebut bagi mereka.
Daripada hanya mengatakan:
“Ebook ini terdiri dari 80 halaman.”
Lebih baik menjelaskan:
“Pelajari langkah-langkah membangun sales funnel tanpa harus memulai dari sistem yang rumit.”
Fitur tetap boleh dijelaskan.
Tetapi fitur harus dihubungkan dengan manfaat.
Solusinya: tanyakan, “Apa yang akan diperoleh pelanggan setelah menggunakan produk ini?”
Tidak Memahami Target Audiens
Copywriting yang dibuat untuk semua orang biasanya tidak terasa dekat dengan siapa pun.
Setiap target audiens memiliki masalah, kebutuhan, bahasa, dan tingkat pemahaman yang berbeda.
Copy untuk pemilik bisnis tentu berbeda dengan copy untuk mahasiswa yang baru belajar bisnis online.
Jika Anda tidak memahami audiens, pesan dapat terasa tidak relevan.
Pembaca mungkin tidak merasa bahwa produk tersebut dibuat untuk mereka.
Solusinya: sebelum menulis, pahami siapa target pelanggan, masalah mereka, keinginan mereka, dan alasan mereka mungkin ragu membeli.
Membuat Judul yang Tidak Relevan
Judul memiliki tugas penting.
Judul harus membuat orang tertarik membaca tanpa memberikan janji yang tidak sesuai dengan isi.
Kesalahan yang sering terjadi adalah membuat judul terlalu bombastis hanya untuk mendapatkan klik.
Misalnya:
“Rahasia Menghasilkan Jutaan Rupiah dalam 7 Hari!”
Jika isi artikel ternyata hanya memberikan penjelasan umum, pembaca akan kecewa.
Kepercayaan juga dapat menurun.
Judul yang menarik tetap harus memiliki hubungan yang kuat dengan isi.
Solusinya: buat judul yang menarik, tetapi tetap realistis dan sesuai dengan apa yang benar-benar diberikan.
Terlalu Banyak Kata Promosi
Copywriting memang digunakan dalam pemasaran.
Namun, bukan berarti setiap kalimat harus terdengar seperti iklan.
Jika sebuah tulisan terus menggunakan kata seperti terbaik, luar biasa, nomor satu, fantastis, paling murah, dan sebagainya, pembaca dapat menjadi skeptis.
Pernyataan yang terlalu berlebihan juga sulit dipercaya jika tidak disertai bukti.
Lebih baik menjelaskan manfaat secara konkret.
Misalnya daripada mengatakan:
“Tools ini adalah tools terbaik untuk bisnis online.”
Lebih baik:
“Tools ini membantu membuat landing page, formulir, dan email automation dalam satu sistem.”
Pesannya lebih informatif dan mudah dinilai.
Solusinya: kurangi klaim berlebihan dan gunakan informasi yang dapat dibuktikan.
Tidak Memiliki CTA yang Jelas
Kesalahan berikutnya adalah membuat pembaca tertarik tetapi tidak memberikan arahan.
Setelah membaca penjelasan produk, pembaca mungkin bertanya:
“Lalu saya harus melakukan apa?”
Di sinilah CTA atau Call to Action diperlukan.
CTA harus memberitahu tindakan berikutnya.
Contohnya:
Download Ebook Gratis
Lihat Detail Produk
Daftar Webinar
Beli Sekarang
CTA yang jelas membuat perjalanan pembaca menjadi lebih mudah.
Solusinya: tentukan satu tindakan utama yang diharapkan setelah pembaca selesai membaca copy.
Terlalu Panjang dan Bertele-tele
Copy yang panjang tidak selalu buruk.
Masalahnya adalah ketika tulisan panjang tetapi tidak memberikan informasi yang membantu pembaca mengambil keputusan.
Pengulangan yang terlalu banyak dapat membuat pembaca kehilangan perhatian.
Terutama pada perangkat mobile, paragraf yang terlalu panjang juga terasa melelahkan.
Karena itu, copy harus memiliki tujuan.
Setiap kalimat sebaiknya membantu menjelaskan masalah, manfaat, bukti, atau tindakan berikutnya.
Solusinya: hapus kalimat yang tidak memberikan nilai dan gunakan paragraf pendek agar lebih mudah dibaca.
Bagaimana Membuat Copywriting Lebih Efektif?
Setelah mengetahui berbagai kesalahan tersebut, ada beberapa prinsip sederhana yang dapat digunakan.
Pertama, kenali audiens sebelum menulis.
Kedua, fokus pada masalah dan kebutuhan pelanggan.
Ketiga, jelaskan manfaat secara konkret.
Keempat, gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Kelima, berikan bukti jika membuat sebuah klaim.
Keenam, gunakan CTA yang jelas.
Ketujuh, uji dan perbaiki copy berdasarkan respons audiens.
Copywriting yang efektif tidak selalu langsung sempurna.
Sering kali hasil terbaik diperoleh setelah melakukan beberapa pengujian.
Kesimpulan
Ada banyak faktor yang dapat membuat copywriting kurang efektif.
Namun, tujuh kesalahan yang paling sering terjadi adalah:
Bahasa terlalu umum.
Terlalu fokus pada produk.
Tidak memahami target audiens.
Judul tidak relevan.
Terlalu banyak kata promosi.
CTA tidak jelas.
Tulisan terlalu panjang dan bertele-tele.
Menghindari kesalahan tersebut dapat membuat pesan bisnis menjadi lebih jelas dan lebih relevan bagi calon pelanggan.
Pada akhirnya, copywriting bukan tentang membuat tulisan terdengar hebat, tetapi membuat pembaca memahami pesan, melihat manfaat, percaya pada penawaran, dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan.
